Cara Membedakan TV Digital DVB-T dan DVB-T2: Jangan Sampai Salah Beli!

Halo, sobat teknologi! Pernahkah kamu merasa bingung saat ingin membeli TV digital baru atau bertanya-tanya mengapa TV lamamu tidak bisa menangkap siaran TV digital Indonesia yang kini sudah beralih total ke DVB-T2? Jangan khawatir, kamu tidak sendirian. Banyak dari kita masih belum tahu perbedaan mendasar antara DVB-T dan DVB-T2, terutama saat melihat TV lama yang punya embel-embel "digital" tapi tetap saja tidak bisa dipakai.




Di artikel blog ini, kita akan mengupas tuntas perbedaan kedua teknologi ini, bagaimana cara membedakannya, dan yang paling penting, kita akan melihat beberapa contoh TV merek Samsung yang masih menggunakan teknologi DVB-T sehingga tidak bisa menangkap siaran TV digital di tahun 2025. Yuk, kita mulai!


Kenapa TV Digital Lama Tidak Bisa Menangkap Siaran Baru?

Sejak 2 November 2022, Pemerintah Indonesia telah menghentikan siaran TV analog secara bertahap atau yang dikenal dengan istilah Analog Switch Off (ASO). Peralihan ini menandai era baru siaran TV digital di Indonesia. Siaran TV digital menggunakan standar Digital Video Broadcasting - Terrestrial (DVB-T2). Nah, di sinilah letak masalahnya.


Banyak TV lama yang diproduksi sebelum tahun 2021 memang sudah berlabel "TV digital", tapi teknologi yang digunakan adalah standar DVB-T atau DVB-T2 Lite. Standar DVB-T ini sudah usang dan tidak kompatibel dengan siaran DVB-T2 yang digunakan di Indonesia sekarang. Ibaratnya, kamu punya radio yang hanya bisa menangkap gelombang AM, sementara semua stasiun radio kini beralih ke gelombang FM. Kamu butuh perangkat baru atau set-top box untuk bisa mendengarkan siaran baru tersebut.


Mengenal DVB-T dan DVB-T2: Perbedaan Mendasar

Secara sederhana, DVB-T adalah versi pertama dari standar penyiaran TV digital, sementara DVB-T2 adalah versi terbarunya yang lebih canggih dan efisien. Berikut adalah tabel perbandingan untuk membantumu memahami perbedaannya:

DVB-TDVB-T2
Tahun Standarisasi19972008
Efisiensi SpektrumRendahSangat Tinggi
Kecepatan DataLebih lambatLebih cepat (hingga 50% lebih tinggi)
Jumlah SaluranLebih sedikitLebih banyak dalam frekuensi yang sama
Stabilitas SinyalRentan terhadap interferensiLebih tahan terhadap gangguan
KompatibilitasTidak kompatibel dengan DVB-T2Tidak kompatibel dengan DVB-T
Fitur TambahanKurang optimal untuk layanan interaktifMendukung layanan interaktif dan HD/4K lebih baik


Poin paling krusial di sini adalah efisiensi spektrum dan kompatibilitas. DVB-T2 mampu membawa lebih banyak data (saluran) dalam frekuensi yang sama dan sinyalnya lebih stabil. Oleh karena itu, semua negara yang beralih ke TV digital, termasuk Indonesia, memilih DVB-T2 sebagai standar penyiaran nasional.


Cara Membedakan TV Digital DVB-T dan DVB-T2 Secara Fisik

Membedakan TV DVB-T dan DVB-T2 bisa jadi trik yang sulit karena produsen jarang mencantumkan label yang jelas di bagian depan TV. Namun, ada beberapa petunjuk yang bisa kamu cari.


1. Cek Stiker dan Kemasan

TV yang mendukung DVB-T2 di Indonesia biasanya memiliki stiker khusus yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Stiker ini menunjukkan bahwa TV tersebut sudah lolos sertifikasi dan bisa menangkap siaran TV digital di Indonesia. Jika TV-mu memiliki stiker seperti ini, kemungkinan besar TV itu sudah DVB-T2.


2. Lihat Spesifikasi di Buku Manual atau Website

Cara paling akurat adalah dengan mengecek buku manual atau mencari spesifikasi TV di situs web resmi produsen. Carilah bagian "Tuner" atau "Receiver". Jika tercantum DVB-T2 (atau DVB-T/T2), berarti TV tersebut sudah kompatibel. Jika hanya tercantum DVB-T, ISDB-T, atau ATSC, maka TV tersebut tidak akan bisa menangkap siaran DVB-T2 di Indonesia.




3. Perhatikan Tahun Produksi

Ini adalah cara yang paling praktis. Sebagian besar TV yang diproduksi sebelum tahun 2021 (terutama tahun 2018 ke bawah) di Indonesia masih menggunakan standar DVB-T. Meskipun berlabel "TV Digital", mereka tidak dirancang untuk menangkap siaran DVB-T2. Setelah tahun 2021, hampir semua produsen TV di Indonesia sudah mulai beralih memproduksi TV dengan tuner DVB-T2 untuk memenuhi aturan pemerintah.


Contoh TV Samsung yang Masih DVB-T

Merek Samsung adalah salah satu merek TV paling populer di Indonesia, dan banyak model lama mereka yang masih menggunakan standar DVB-T. Berikut adalah beberapa model TV Samsung yang sering dilaporkan masih menggunakan DVB-T dan tidak bisa menangkap siaran TV digital Indonesia tanpa bantuan set-top box.


  • Samsung HD TV Series 4 (misalnya: 32" N4003): Model-model seri 4 yang diproduksi di bawah tahun 2020 sering kali hanya memiliki tuner DVB-T. Ini adalah TV yang harganya cukup terjangkau pada masanya, tetapi kini tidak lagi kompatibel dengan siaran TV digital Indonesia.
  • Samsung Smart TV Series 5 (misalnya: 40" J5200): Beberapa TV Smart Samsung seri 5 yang diproduksi sekitar tahun 2015-2018 juga masih menggunakan DVB-T. Meskipun TV ini memiliki fitur smart dan koneksi internet, fitur tuner digitalnya sudah tidak relevan di Indonesia.
  • Samsung Full HD TV (misalnya: 43" M5100): Model TV Full HD Samsung yang diproduksi sebelum tahun 2019 kemungkinan besar masih menggunakan tuner DVB-T. Meskipun kualitas gambarnya masih bagus, fitur TV digitalnya sudah tidak berfungsi.


Penting untuk diingat: Daftar di atas adalah contoh umum. Untuk memastikan, selalu cek spesifikasi produk berdasarkan model dan tahun produksi yang tertera di kardus, buku manual, atau stiker di bagian belakang TV.


Solusi untuk TV DVB-T Lama

Jangan buru-buru membuang TV lamamu yang masih DVB-T! Ada solusi yang sangat mudah dan murah untuk membuatnya kembali berfungsi. Solusinya adalah membeli Set-Top Box (STB).





Apa itu Set-Top Box?

Set-Top Box (STB) adalah sebuah alat eksternal yang berfungsi sebagai penerima sinyal DVB-T2. STB akan menangkap siaran TV digital DVB-T2, lalu mengubahnya menjadi sinyal analog yang bisa diterima oleh TV lamamu. Dengan kata lain, STB "menjembatani" antara siaran baru dan TV lama yang tidak kompatibel.


Keuntungan Menggunakan STB:

  • Murah: Harga STB jauh lebih murah daripada membeli TV baru.
  • Mudah Dipasang: Pemasangannya sangat mudah, tinggal colokkan kabel antena ke STB, lalu hubungkan STB ke TV dengan kabel HDMI (untuk TV modern) atau kabel RCA (untuk TV tabung/lama).
  • Fungsi Tambahan: Banyak STB modern juga dilengkapi fitur tambahan seperti pemutar media (bisa memutar film dari USB) dan bahkan ada yang punya fitur smart TV.


Kesimpulan dan Tips Sebelum Membeli TV Baru

Memahami perbedaan antara DVB-T dan DVB-T2 sangat penting agar kamu tidak salah beli TV. Di tahun 2025 ini, pastikan TV yang kamu beli sudah memiliki tuner DVB-T2 agar bisa langsung digunakan tanpa perlu membeli alat tambahan.


Tips Belanja TV di Tahun 2025:


  • Cari Label DVB-T2: Saat melihat-lihat TV, carilah label atau stiker yang mencantumkan "DVB-T2 Certified" atau logo serupa dari Kominfo.
  • Tanya Penjual: Jangan ragu untuk bertanya langsung kepada penjual apakah TV tersebut sudah mendukung DVB-T2.
  • Cek Spesifikasi: Jika memungkinkan, minta penjual untuk menunjukkan spesifikasi produk di kardus atau buku manual. Pastikan ada tulisan DVB-T2 di bagian tuner.
  • Pilih TV Produksi Baru: Umumnya, TV yang diproduksi di atas tahun 2021 sudah dilengkapi tuner DVB-T2.


Dengan memahami informasi ini, kamu bisa lebih bijak dalam memilih TV dan memastikan bahwa TV-mu bisa menikmati semua siaran TV digital yang jernih dan berkualitas tanpa hambatan. Semoga artikel ini bermanfaat! Selamat menonton TV digital! 😃

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siap Melayani Pemasangan Antena TV Digital di Rumah Anda

PIALA AFF 2024 - PASTI JERNIH DENGAN ANTENA KAMI